MUSIC OFF

Sementara kosong

Selasa, 09 April 2013

Muhasabah Trader

Papa, kenapa kita tidak kaya ?

Dia sudah membeli dan menjual ratusan saham dan beberapa properti, dan dalam tahun-tahun tersebut dia tidak pernah benar-benar menghasilkan uang.

Suatu hari, sabtu di saat dia tidak bekerja di kantor dan sedang duduk di depan notebooknya untuk menganalisa pergerakan pasar, putrinya berlari kepadanya dan duduk di pangkuannya, melihat sebentar ke layar monitor dan kemudian bertanya polos kepada ayahnya "Papa, kenapa kita tidak kaya?"

Dia menatap mata mungil sang putri dan bertanya kepada dirinya sendiri "Pertanyaan yang menarik, kenapa kita tidak kaya ?"

Sementara putri kecilnya masih menunggu ayahnya menjawab, Dalam hatinya berkecamuk perasaan yang bercampur aduk dan pertanyaan putrinya tersebut membuat dia sadar, bahwa meskipun dia sudah fokus dan tidak terpecah-pecah konsentrasinya selama 15 tahun untuk menciptakan kekayaan, namun sampai hari ini dia masih tetap miskin.

Dia sudah membeli dan menjual saham selama tahun-tahun tersebut, juga berinvestasi dalam dunia properti, namun tidak pernah benar-benar menghasilkan uang. Dan kemudian dia menatap putrinya dan bertanya secara lembut "Kenapa kamu bisa berpikir kita belum kaya sayang ?"

Putrinya tersenyum polos dan berkata "Karena kata papa dulu, jika kita sudah kaya maka papa dan mama sudah tidak perlu berangkat kerja lagi, tapi sampai sekarang papa dan mama masih setiap hari berangkat kerja"

"Papa bilang kita bisa tinggal dirumah yang dekat pantai dan kita bisa bermain pasir setiap saat, kapan dong pa kita bisa tinggal di dekat pantai ?" ujar si kecil

Tidak ada yang lebih menyakitkan dan langsung menyadarkan hati daripada kata-kata putrinya tersebut, dan kemudian akhirnya dia menjawab dengan tetap hangat "Kita belum kaya karena papa membuat beberapa kesalahan sayang"

“Kesalahan seperti apa pa ?” tanya si kecil

“Papa beli beberapa saham, kemudian saham itu turun dan papa tidak menjualnya sebelum jatuh lebih dalam, trus papa juga membeli beberapa rumah dan papa tidak sabar menunggu harganya naik untuk menjualnya" akunya

“Koq kayak begitu pa?” tanya sang putri penasaran

Dia harus berpikir cukup keras dan cukup lama. Dia tidak punya alasan untuk membeli saham yang sedang turun dan terus turun, dia juga tidak punya alasan menahan saham tersebut saat harga saham tersebut tetap terjun tak berhenti, begitu juga dengan properti yang dibelinya.

Semua mulai masuk di akal : Kenapa dia tidak melakukan segala sesuatu seperti seharusnya layaknya yang dipelajari dalam kecerdasan finansial ?? Saat itu juga dia tahu dan bertekad bahwa dia harus merubah strateginya !!

Dia sangat berhutang kepada dirinya sendiri dan juga keluarganya untuk menentukan dan melakukan perubahan dalam trading plan-nya

Hari tersebut merupakan hari paling berat dan pahit baginya untuk tidak menjalani gaya hidup yang harusnya dapat berkualitas untuk dijalani bersama keluarganya, dan hal tersebutlah yang akhirnya membuatnya duduk secara fokus untuk berkomitmen menuliskan strategi tradingnya dan peraturan-peraturan yang harus dia ikuti untuk selanjutnya dalam transaksinya.

Kemudian dia mulai menuliskan secara detail visinya, apa yang diinginkan dalam hidupnya, kualitas seperti apa yang dia ingin berikan kepada keluarganya saat dia menjadi seorang trader atau investor yang sukses, dan dia mulai terus menuliskan secara detail satu-persatu apa yang harus dilakukannya untuk mencapai impiannya tersebut.

Dia melihat dalam pikirannya : 4 ruang tidur yang mewah dalam rumah penthouse di pinggir pantai yang berpasir putih, sebuah ferrari 360 Modena berwarna merah, Monitor Plasma 80 inch untuk komputer yang masih dapat terlihat jelas meskipun dia berada di pantai yang berada dibawah rumah penthousenya, menghabiskan waktu berkualitas dengan anaknya dan juga uang jutaan yang disumbangkan sebagai dana sosial untuk kegiatan sosial anak-anak tidak mampu.

Dia memvisualisasikan keuntungan-keuntungan yang luar biasa untuk menjadi seorang trader yang sukses, ataupun investor dan dia sudah menyadari bahwa masalah utamanya selama ini adalah dia takut akan kerugian, dan ketakutan tersebut sudah terlalu mahal untuk dibiarkan terus mengendalikan hidupnya selama ini. Dia bertekad untuk bertransaksi untuk tidak akan rugi dan bertransaksi untuk profit !!

Dia memutuskan untuk tidak akan menjual propertinya secara sembarangan lagi kecuali jika memang ada alasan yang kuat untuk melakukannya, begitu pula dengan saham, dia memutuskan untuk tidak lagi mentoleransi sedikitpun jika tidak ada sinyal eksekusi yang sesuai dengan sistem berdasarkan trading plannya, dengan menganggap bahwa seluruh hidupnya bergantung kepada disiplinnya tersebut.

Dia akan dengan bangga menceritakan kisah suksesnya dengan menjelaskan alasan-alasan masuk akal kenapa dia masuk dalam suatu transaksi dan kenapa dia keluar dari suatu transaksi.

Fokus yang pasti seperti ini menempatkan dirinya hanya bertransaksi untuk sebuah trend yang kuat, misalnya seperti buy pada saat pergerakan harga berada di atas moving average, dan sebaliknya short pada saat pergerakan harga berada di bawah moving average. Dan sejak hari tersebut dia mulai menyeleksi mata uang ataupun saham-saham berpotensi kuat yang hanya mempunyai pergerakan arah yang jelas setiap hari.

Dia akan mengeksekusi hanya berdasarkan system trading yang telah disusunnya, memasang proteksi dan trailing stop setiap kali dia masuk dalam suatu posisi untuk menjaga posisinya jika market berbalik, dan dia akan menahan setiap posisi yang menguntungkan hingga trend pada saham tersebut berubah arah. Dengan demikian dia bertindak layaknya "great trader" meskipun dia belum mempunyai catatan keuntungan saat tersebut.

Satu pertanyaan polos dari putrinya tersebut menjadi titik balik dari kesuksesan karir tradingnya, dan dia mulai mendapatkan profit yang konsisten pertama kalinya dalam hidupnya selama ini, dia berpikir dia mulai stabil dan sebenarnya dia tidak hanya stabil, namun mulai nyata menghasilkan uang.

Dia mulai menyadari betapa benarnya kata-kata sang mentor sukses yang membimbingnya bahwa

" Orang kaya itu berbeda, mereka membuat keputusan berdasarkan rasional dan fakta, bukan berdasarkan emosi... Mereka mengerti nilai uang, dan mereka menghormatinya sebagai alat untuk membangun dunia yang lebih baik, serta mereka membeli dengan alasan yang masuk akal dan menjualnya hingga ada suatu alasan kuat yang memberikan sinyal jual"

Suatu hari, dia baru saja menutup suatu posisi dan dengan bersemangat menggendong putri kecilnya dan berkata dengan bangga "Papa hari ini mendapatkan keuntungan yang cukup besar sayang, yuk duduk bersama papa dan lihat apa yang papa kerjakan barusan"

Putri kecilnya duduk manis di depan notebooknya dan memperhatikan chart yang ditunjukkan oleh papanya, putrinya melihat papanya untung sebesar $1300 profit dari mata uang yang di transaksikan papanya, dan dia bertanya penasaran secara polos "Tapi papa, lihat !! harganya masih naik, kenapa papa menjualnya sekarang ??"

Senyum sang papa pudar, lagi-lagi pertanyaan putri kecilnya menusuk ke dalam pikirannya "Kenapa saya jualan ??" Apa yang dia lakukan hingga menutup posisi pada suatu trend yang kuat seperti ini ? Apa yang di ajarkan oleh mentornya ?

Pikiran objektifnya mulai bekerja, setelah dianalisa ulang oleh sang Bapak ternyata putri kecilnya benar !! dan dia mulai buy back posisinya dengan system yang benar... suatu tindakan yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, secara tidak sadar kebiasaannya mulai berubah menjadi kebiasaan seorang trader sejati. Sang bapak mulai sadar, terkadang emosi kegembiraan sering membuat kita over PD / terlalu yakin, sehingga seolah-olah melihat peluang baik yang sebenarnya belum konfirm dengan benar.

Dan rally pada harga tersebut berlanjut dan terus berlanjut hingga trend harga berubah arah akhirnya dan dia menutup eksekusinya berdasarkan systemnya tersebut dengan sinyal jual yang kuat dan mengantongi keuntungan sebesar $6500!

Sebuah pertanyaan polos dari putrinya beberapa minggu lalu sekarang sudah bernilai diatas $20000! dan momen tersebut merupakan saat-saat dia benar-benar kluar dari kebiasaan bertransaksi dengan emosi, ketakutannya terhadap pasar telah hilang, ketamakannya pun demikian, dan semua merupakan hasil dari pertanyaan sederhana dari putri kecilnya yang berusia 7 tahun "Papa, kenapa kita tidak kaya ?"

Sekarang giliran Anda, apakah anda siap dengan tidak melanggar trading plan yang anda buat??

Fear & Greed Anda akan bernilai sangat mahall dalam kerugian Anda, jadi mulai sekarang jadilah trader yang objektif

TAKE ACTION !! I dont wanna see you at the top, i wanna be with you together on the top !!

Trading is the Simple...

1 komentar:

  1. Sangat inspiratif sekali ceritanya, saya juga sebagai trader forex sampai saat ini masih merasa belum mendapatkan hasil yang maksimal karena memang saya belum bisa melakukan trading dengan kecerdasan finansial yang benar. Untuk dengan tulisan diatas, saya bertekad untuk bisa lebih baik dalam trading menggunakan akun mikro saya di broker octafx

    BalasHapus