MUSIC OFF

Sementara kosong

Minggu, 17 Februari 2013

Anak Penggembala Sapi

Salam sahabat blogger.
Suatu sore yang sedang mendung, saya berjalan-jalan menggunakan kuda besi si Jago Merah yang saya miliki sudah 1Tahun lebih itu, itupun kuda besi didapat dari hasil keringat saya sendiri, karena saya Tahun Kemarin bekerja dikantor dengan sampingan yang cukup menyita waktu hehe... Tapi ini bukan cerita tentang kuda besi, beroda dua, si Jago Merah tersebut, saya ingin bercerita tentang kisah anak yang sedang menjaga sapi-sapinya.

Suatu sore kemarin, suasana hati dan pikiran sedikit kalut karena suatu masalah, memang beberapa hari ini saya ada musibah, dan semoga musibah itu menjadikanku lebih dewasa dan mendapatkan pelajaran yang positif hehe... ngelantur lagi ceritanya..

Oke Lanjut, jadi saya berjalan dengan sepeda motor saya, dengan santai dan mencari pemandangan yang bisa menyejukkan pandangan, yang setidaknya bisa mengheningkan perasaan saya saat itu, terlihat cuaca mendung, namun suasana mendungnya tidak lebih mendung dari perasaanku saat itu, jadi saya pikir ah.. sudahlah hajar saja kalau kehujanan kan basah (Ya jelas basah lah ya... hahaha...), saat berjalan santai dengan kecepatan rata-rata 20-40 km/jam cuaca mulai gerimis, ada kendaraan dari sebelah kanan saya, motor menyalip dengan kencang sehingga saya terkejut diatas motor saya, mungkin org tersebut ngejar waktu agar tidak kehujanan. Saat itu saya melihat ada tempat berteduh kecil dan saya putuskan berteduh untuk menikmati suasana saat itu (padahal saya membawa jas hujan, namun saya putuskan berteduh untuk menghabiskan waktu lebih banyak disana). Ternyata disana sudah ada seorang anak yang memegang semacam bambu panjang dengan ada semacam kain / plastik diujung bambu yang dia pegang, saya pun memberanikan bertanya dan mengajaknya berbicara, dan adik itupun menjawab dengan ramah dan sopan.

Saya : ngapain le disini?
Tole : (sambil menatap jauh kearah sapi dia perkata) main sama sapi om

Saya : Mana sapinya?
Tole : (sambil menunjuk ke arah seberang) itu om..

Saya : hmmm... banyak juga sapimu le.. punya sendiri itu sapinya? (saya lihat ada beberapa sapi, lebih dari 10 ekor).
Tole : bukan om, punya temannya bapak dan bapak memeliharakannya dengan nantinya jika melahirkan anak, akan dibagi ke bpk saya.

Saya : ow.. jadi disuruh jagain sama bapakmu ya le..? emank bapak kemana?
Tole : Bapak ada dirumah om, saya sedang bermain dengan sapi-sapi itu, soalnya sekolah libur jadi saya minta saya aja yang ajak sapinya jalan-jalan cari makan

Saya : ya kan juga sekalian jagain le.. kalau main mestinya kamu disana ikut sama sapi-sapinya..
Tole : sudah mainnya om, sekarang waktunya dia makan, biarkanlah dia makan dulu, ntar kalau saya ganggu malah gak makan dan kurus sapinya, padahal kan kita pelihara agar sehat dan gemuk.

................(Saya berpikir, si tole ini hebat, anak seumuran berapa saya tidak jelas, yang pasti sepertinya dia masih SD, dia tidak berpikir bekerja (mungkin juga bisa karena pemikirannya masih bermain, dan belum ada informasi bekerja dikepalanya), namun dia berpikir bermain dan merasa senang dengan menjaga sapi dan memberinya makan dirumput2 itu, dia memelintirkan pikiran yang saya anggap adalah bekerja menjaga sapi, tapi dia bermain dengan pola kerja)......

Saya : hmmm... gak repot le ngurusin sapi banyak gitu?
Tole :  gak om, kita tarik 1 aja, yang lainnya ikut kok, bahkan gak perlu ditarik, kita baris aja tepuk tepuk tunjukkan jalan pakai bambu ini, yang lain pada ngikut.

Hujannya masih terus berlanjut dan akhirnya si tole ijin pamit...

Tole : om.. saya main dulu ya, itu sapinya sudah pada kenyang, pada mau jalan tuh...
Saya : wah... hujan le... basah semua ntar kamu...
Tole : gak papa om, sekalian mandi hujan sama sapi-sapi itu...

Hmmm.... Saya pun berpisah dengan si Tole itu, dan si tole terlihat semangat dan tersenyum kadang tertawa saya lihat dari kejauhan ketika bercanda dengan sapi-sapinya itu...
Keindahan sikap dan keceriaan mengalahkan indah suasana disana saat itu, hmmm... saya pun berkhayal sejenak dan membayangkan, ketika persepsi pekerjaan kita rubah menjadi sesuatu yang mengasyikkan, seperti itulah yang terjadi "Keceriaan untuk menjalaninya"

Dan saya pun, pergi dengan berhujan-hujanan mencoba mengenang masa kecil yang suka mandi hujan, HP, dompet saya taruh di Jok motor, dan saya menikmati hujan saat itu, dan akhirnya aku pun pilek dan demam saat ini hahaha... mgkn saat itu karena saya belum makan sehingga masuk angin dan menjadi penyakit, semoga cepat sembuh dari demam ini dah...

Itulah sedikit cerita yang saya dapatkan dari perjalanan santai saya saat itu, semoga bermanfaat untuk kawan2 blogger.
Terima Kasih masih terus berkunjung
:)

0 komentar:

Posting Komentar