Oke lanjut lagi tentang memahami pergerakan harga.
Untuk me-refresh pemahaman kita lihat lagi secara sederhana logika dasar dari mekanisme pergerakan harga:
Buyer=Seller ==> harga tidak kemana-mana
Buyer>Seller ==> harga naik
Buyer<Seller ==> harga turun
Kalau kita benar-benar memahami logika dasar diatas maka sebetulnya keseimbangan dan ketidakseimbangan ini terjadi di tiap-tiap titik yang dilalui harga. Harga
diam di satu titik karena disitu seimbang antara minat beli dan minat
jual,
dan harga bergerak dari satu titik karena tidak seimbang antara minat
beli dan minat jual. Apabila di suatu titik harga minat beli lebih
tinggi daripada minat jual maka harga akan naik dari titik itu,
sebaliknya apabila minat jual yang lebih tinggi daripada minat beli maka
harga akan turun dari titik itu.
Prinsip seperti itu berlaku mulai dari pergerakan skala terkecil sampai
terbesar. Dimulai dari pergerakan tiap-tiap pip atau titiknya kemudian
diakumulasikan kedalam sebuah datablock berdasarkan satuan waktu
tertentu mulai dari (pada platform MT4) terkecil m1 sampai terbesar
MN, kemudian datablock-datablock ini juga kita akumulasikan lagi untuk
melihat bagaimana bentuk distribusinya, dan karena kita saat ini belajar
secara visual dengan menggunakan naked chart maka bentuk distribusi ini
kita sebut saja "formasi datablock". Nah dari bentuk formasi datablock
inilah kita dapatkan pola-pola pergerakan harga tertentu, di post part 3
yang lalu kita sudah bicara tentang mengamati formasi datablock untuk
mendapatkan pola-pola trending dan sideway dimana trending ini adalah
ketika harga cenderung bergerak ke satu arah sementara sideway adalah
ketika harga cenderung bergerak bolak balik dalam suatu range tertentu.
Lebih jauh lagi trending dan sideway ini juga ternyata relatif
tergantung perspektif kita, jaraknya bisa hanya beberapa pip sampai
sangat lebar ratusan atau ribuan pip. Intinya selama harga hanya
bergerak pada suatu range maka itu adalah sideway, terserah berapa pip
lebar range-nya, dan ketika harga breakout meninggalkan range tersebut
maka itu adalah trending. Dalam suatu TF cara termudah melihat sideway
adalah dengan mencari formasi datablock yang berbaris menyamping, dari
situ kita juga bisa dapatkan kondisi trending dengan mengamati ketika
harga breakout meninggalkan barisan itu.
Kali ini kita akan bahas lebih jauh tentang kondisi sideway, kita lihat gambar berikut GBP/USD di TF H1.

Itu adalah cara kita melihat dengan perspektif yang terdekat pada suatu
TF. Perhatikan pada area-area atau range berwarna abu-abu adalah area
dimana formasi datablock yang cenderung berbaris menyamping lalu
datablock yang diberi tanda panah adalah ketika harga breakout dari area
sideway.
Nah kita bisa melihat dalam perspektif yang lebih luas lagi, coba kita
perhatikan lagi gambar diatas tadi dan temukan harga yang bergerak dalam
range tertentu tetapi skalanya lebih luas.
Bisa dilihat pada gambar berikut.
Pada range yang berwarna biru diatas formasi datablock tidak terlihat
secara rapi berbaris dan lebih terlihat seperti trending bolak balik.
Tetapi kalau kita perhatikan betul-betul harga sebetulnya masih bergerak
dalam suatu range.
Untuk lebih mudahnya dalam memperluas perspektif ini kita bisa saja
pindah ke TF yang lebih besar, coba kita lihat sekarang di TF H4.

Lebih mudah kelihatan yah di TF H4, formasi yang di H1 terlihat seperti
trending bolak balik ternyata di H4 terlihat berbaris menyamping.
Kemampuan kita dalam mengenali range dan melihat dari perspektif yang
berbeda sangat penting karena kondisi sideway ternyata bisa berbeda
skalanya dan tidak selalu harus ditandai oleh formasi yang berbaris
menyamping, sementara kondisi trending sendiri bisa terlihat ketika
harga mulai breakout meninggalkan area sideway dan kemudian bergerak ke
satu arah.
Pola pergerakan sideway dan trending ini terjadi berulang-ulang
bergantian menjadi sebuah siklus, setelah sideway akan terjadi trending
dan setelah trending akan kembali sideway, begitu terus. Sideway dan
trending ini bisa juga dikatakan sebagai fase balance-imbalance, atau
fase normal-abnormal apabila kita menggunakan pendekatan matematika.
Sekarang kalau kita sudah bisa melihat kondisi trending dan sideway maka
ini dia pertanyaan yang paling penting: kita mau cari apa sih melototin
chart?
Sebelumnya kita harus sadari dulu bahwa yang kita lihat pada chart
dibalik harga yang bergerak itu sebetulnya adalah perubahan minat para
pelaku pasar dari waktu ke waktu. Ketika pada suatu waktu minat para
pelaku pasar ini relatif berimbang maka harga akan cenderung hanya
bergerak ranging di area harga yang mereka bisa terima, area ranging
atau sideway ini yang disebut sebagai area kesepakatan. Dan ketika
kemudian minat salah satu pelaku pasar lebih dominan dari yang lain maka
harga akan bergerak meninggalkan area sideway tadi dan kemudian
bergerak cenderung searah dengan dominasinya sampai dominasi ini
berakhir ketika pelaku pasar yang dominan ini tidak bisa lagi menerima
harga lebih jauh.
Nah dari kesadaran diatas itu ada dua hal sebetulnya yang kita cari, arah dan batas.
Arah ditentukan oleh siapa yang mendominasi sementara batas ditentukan
oleh dimana harga tertinggi dan terendah yang bisa diterima oleh kedua
belah pihak. Batas ini adalah hal yang paling penting dan pertama kali
kita cari karena dari batas ini kita tahu rentangan harga yang diminati
pelaku pasar dan selama minat ini tidak berubah maka harga akan tetap
bergerak pada rentangan harga itu.
Ini seperti logika dasar para pedagang dimana kalau kita mau
berjual-beli sesuatu maka kita harus tahu dulu harganya. Dan harga ini
bukan angka yang fix tapi ada rentangannya, ada harga tertinggi, ada
harga terendah, kemudian ada juga harga tengah atau rata-rata. Dari situ
kita akan menentukan di harga berapa harus beli dan di harga berapa
harus jual. Nah selama tidak ada kondisi luar biasa yang bisa
mempengaruhi harga barang jualan kita itu maka rentangan harganya akan
di sekitar-sekitar situ saja, atau kalaupun berubah paling hanya
sedikit. Masuk akal yah?
Kita tidak akan bicara dulu tentang harga rata-rata karena itu harus
menggunakan perhitungan matematika, sekarang kita akan bahas saja
tentang bagaimana menentukan batas-batas rentangan harga atau range
karena ini secara visual saja bisa dilihat. Disini prinsipnya adalah
kita harus selalu memposisikan pergerakan harga sekarang sebagai
sideway, bahkan ketika harga itu kelihatan sedang trending sekalipun
kita tetap akan memposisikan itu sebagai sideway. Lho, katanya trending
kok sideway gimana nih? Yups, trending itu bisa jadi ternyata adalah
sideway apabila dilihat pada konteks yang lebih besarnya trending ini
ternyata masih ada dalam suatu range.
Jadi agar kita bisa memposisikan pergerakan harga sekarang sebagai
sideway maka kita harus memiliki range-nya, atau batas high dan low-nya
tetapi dengan perspektif yang berbeda. Untuk itu satu-satunya cara
adalah kita harus mencari range yang sudah terbentuk sebelumnya, karena
range yang sudah jadi ini adalah FAKTA bahwa disitulah rentangan harga yang diminati pelaku pasar.
Cara mencari range yang sudah terbentuk ini adalah dengan mencari high
dan low yang belum ditembus, mulai dari yang terdekat sampai sejauh yang
kita butuhkan. High dan low ini kita sudah tahu adalah batas-batas
harga yang masih bisa diterima pelaku pasar, mereka tidak berminat
bertransaksi lebih dari itu, ini kita jadikan acuan dasar.
Titik-titik high dan low ini bisa dikenali dari bentuk formasi V atau U,
yuk kita mulai cari dari yang terdekat saja dulu di GBP/USD.

Disini kita memiliki range terdekat antara high 1.6588 dan low 1.6565.
Kita lihat dulu cerita pergerakan harga sebelumnya GBP/USD ada dalam
kondisi trending up hingga menyentuh harga tertinggi 1.6588 dimana
disitu adalah harga tertinggi yang masih bisa diterima oleh buyer, lalu
dari situ harga pun retrace dan turun sampai ke 1.6565 dan sampai saat
ini harga masih bermain-main di area itu. Jadi untuk sementara waktu
area inilah yang diminati oleh kedua belah pihak pelaku pasar.
Range ini akan tetap valid selama minat para pelaku pasar tidak
bertambah, selama buyer tetap tidak mau membeli lebih dari 1.6588 dan
seller tetap tidak mau menjual lebih murah dari 1.6565 maka harga akan
tetap bergerak di situ-situ saja. Lalu apa yang terjadi apabila ada
perubahan minat, misalnya minat jual tiba-tiba meningkat dan seller
berani menjual lebih rendah lagi dari 1.6565?
Apabila minat jual ini terus meningkat maka akan terjadi
ketidakseimbangan dan pada skala yang sekarang ini harga akan masuk fase
trending down, nah untuk memprediksi sampai mana kira-kira harga akan
bergerak turun kita tetap memposisikan pergerakan harga ini sebagai
sideway. Untuk itu kita akan memperluas perspektif kita dan mencari lagi
low terdekat yang belum ditembus karena disitulah batas minat seller
sebelumnya, kita lihat lagi gambar.

Kita dapat low lagi di 1.6472, low ini adalah batas bawah range-nya.
Jadi kita punya range dengan perspektif lebih luas antara high 1.6588
dan low 1.6472, range inilah yang akan kita gunakan apabila harga turun
menembus 1.6565 dan terjadi trending down.
Lalu bagaimana apabila ternyata minat beli yang meningkat dan buyer
berani membeli lebih mahal dari 1.6588 kemudian harga trending up? Sama
saja, kita cari range dalam perspektif yang lebih luas lagi dan kita
dapatkan seperti ini.
Disitu kita dapatkan high di 1.6668, nah low-nya kita tidak gunakan
1.6565 karena bila kita perhatikan formasinya maka 1.6565 ini ternyata
ada di dalam sebuah range, maka kita cari low-nya dan dapatlah di
1.6472.
Sekarang kita luaskan lagi perspektif, bagaimana bila misalnya minat
seller terus meningkat hingga low 1.6472 ini kemudian ditembus dan harga
terus meluncur turun? Ada beberapa low di bawah yang bisa kita jadikan
patokan range, bisa dilihat di gambar berikut.
Dengan high yang sama di 1.6688 ada dua lagi low terdekat yang bisa dijadikan range yaitu di 1.6449 dan 1.6398.
Sekarang bagaimana bila minat beli yang meningkat melebihi 1.6688 dan
harga terus naik? Sama saja, kita cari high yang lain lagi untuk
dijadikan range.

Ternyata cukup jauh di belakang juga high sebeumnya yang belum ditembus
sampai-sampai harus pindah ke TF W1 dulu supaya kelihatan. Disitu ada
tiga range yang bisa kita jadikan acuan, yang pertama antara high 1.6746
dan low 1.4813, kedua antara high 1.6877 dan low 1.4228, dan ketiga
antara high 1.7041 dan low 1.4228. Tentunya kita akan menggunakan yang
terdekat dulu yaitu antara high 1.6746 dan low 1.4813 sebagai acuan.
Jelas ya? Nah setelah kita dapatkan range atau batas-batas pergerakan
harganya maka barulah kita membaca kecenderungan arahnya. Caranya adalah
dengan menggunakan titik-titik high dan low sebagai starting point-nya,
high adalah starting point seller sementara low adalah starting point
buyer. Apabila harga bergerak turun meninggalkan high maka kecenderungan
arahnya adalah turun, sebaliknya apabila harga bergerak naik
meninggalkan low maka kecenderungan arahnya adalah naik. Sederhana
sekali yah?
Oke mudah-mudahan cukup jelas sampai disini mengenai kondisi sideway
juga tentang arah dan batas.