MUSIC OFF

Sementara kosong

Seandainya Meja Kerja Kita Seperti ini??

Seandainya Meja Kerja kita seperti ini, mungkin akan lebih tahan berlama lama memanjakan mata, bermain game atau menganalisa chart didepan komputer.

Catat Hal Penting Dan Terus Belajar

Catat Hal-Hal Penting jika anda menemukan sesuatu yang perlu anda catat, jangan menyerah dan terus belajar.

Analisa, Yakini dan Lakukan

Analisa rencana pergerakan yang anda tangkap di chart, Yakini analisa yang anda lakukan, dan Lakukan Open Posisi sesuai dengan analisa dengan menggunakan Stop Loss untuk menghindari kerugian yang berlebihan dan mengetahui letak kesalahan analisa.

Gunakan Lebih dari satu chart

Gunakan Lebih dari satu chart bila diperlukan untuk membedakan masing-masing pergerakan harga di tiap broker yang anda gunakan.

Amati dan Terima

Setelah menganalisa, dan melakukan order serahkan kelanjutannya kepada pasar yang bergerak, jika tidak sesuai maka mendapatkan Loss, dan jika sesuai dengan analisa akan profit. Gunakan Money Management yang baik!.

Selasa, 17 Februari 2015

Memahami Pergerakan Harga Part1

Lanjut materi yang cukup baik untuk dibaca sobat blogger

SAMPRAZAAN

Tulisan ini sebetulnya sangat basic, tetapi malah sering dilupakan karena kebanyakan kita (termasuk saya) ketika mulai belajar belum apa-apa sudah bertemu dengan indikator. Apalagi semakin jauh materi pelajaran semakin bermacam-macam konsep pendekatan yang digunakan dan semakin bermacam-macam juga indikator yang digunakan hingga rasanya sangat sulit mengikuti pelajaran dan akhirnya banyak yang gagal. Malah ada orang yang semena-mena memaki-maki dan mengatai "raja j@mb#t" karena setup chart yang kusut penuh indikator.

Disini kita akan kembali ke konsep paling dasar yaitu prinsip analisa KG serta filosofi pergerakan harga dengan menggunakan data yang paling mentah yaitu chart polos alias naked chart. Tujuannya agar kita bisa memahami bagaimana prinsip dan filosofi itu bekerja dibalik pergerakan harga pada chart kita. Nanti setelah kita benar-benar memahami ini baru kita mulai menggunakan alat bantu (tools/indikator, atau garis-garis apalah) apabila memang dibutuhkan. Semoga dengan ini pemahaman dan kemampuan kita membaca pergerakan harga semakin bertambah, dan otomatis digit equity kita bertambah juga, lalu cita-cita membangun bangsa yang makmur dan kuat bisa terwujud, amin.

Oke kita mulai.....

Setelah sebelumnya kita bahas bagaimana sesungguhnya mekanisme pergerakan harga maka sekarang kita akan belajar untuk memahami pergerakan harga itu sendiri di chart kita. Jadi nanti ketika kita melihat chart  kita benar-benar mengerti apa sih yang sedang terjadi di market melalui apa yang digambarkan oleh datablock dan semua tools yang kita gunakan.

Kita tidak akan bahas lagi prinsip pertama karena itu sih harusnya sudah benar-benar tertanam, prinsip kedua juga lewat saja karena aplikasinya sudah dibahas di tulisan Mekanisme Pergerakan Harga sebelumnya, jadi kita sekarang langsung ke prinsip ketiga analisa KG:

"Kemana Kecenderungan Arah Pergerakan Harga Tergantung Sepenuhnya Pada Akumulasi
Transaksi-Transaksi Yang Mendominasi Pada Saat Pelaku Pasar Bertransaksi Di Pasar Mata
Uang"

Kita sudah paham mekanisme pergerakan harga kemarin kan yah? Untuk terjadi transaksi atau deal maka untuk setiap satu volume beli harus ada satu volume jual, jadi harus ada orang yang mau beli (buyer) dan orang yang mau jual (seller) dengan volume yang sama. Harga naik karena volume permintaan beli di harga itu lebih besar daripada volume penawaran jual, jadi stok barang sudah habis sementara permintaan masih ada dan penawaran seller berikutnya ada di harga yang lebih tinggi, yah terpaksa buyer harus beli lebih mahal. Dan harga turun karena volume penawaran jual di harga itu lebih besar daripada volume permintaan beli, jadi pembeli sudah tidak ada sementara ada stok berlebih yang hendak dijual dan permintaan berikutnya ada di harga yang lebih rendah, terpaksa deh seller harus jual lebih murah.

Simpel kan? Kalau itu masih rumit begini saja deh mikirnya, harga naik karena buyer berani beli lebih mahal dan harga turun karena seller berani jual lebih murah. Itu saja deh yah biar nggak pusing.

Ketika harga naik walaupun itu hanya 1 pip kita bisa karatakan bahwa buyer win karena secara akumulasi saat itu lebih banyak minat beli daripada minat jual, atau bisa juga dikatakan buyer lebih dominan. Sebaliknya juga ketika harga turun walaupun itu hanya 1 pip kita mengatakan bahwa seller win karena secara akumulasi saat itu lebih banyak minat jual daripada minat beli, atau kita biasa katakan seller lebih dominan.

Nah kalau dilihat secara akumulatif dari transaksi yang terjadi memang ketika harga naik buyer lebih dominan hingga dikatakan buyer win dan ketika harga turun seller yang lebih dominan hingga dikatakan seller win. Tapi nih, kalau saya boleh bilang jujur coba kita lihat dari kacamata pedagang, ketika harga terus naik yang menang sebetulnya bukan buyer lho, tapi seller yang menang! Kenapa? Karena mereka berhasil memaksa buyer untuk membeli lebih mahal lagi. Nah ketika harga terus turun juga begitu, sebetulnya bukan seller yang menang tapi malah buyer! Karena mereka berhasil memaksa seller untuk menjual lebih murah lagi. Hehehe, benar kan yah?

Tapi itu sekedar agar kita tahu saja yah, pada prakteknya kita akan tetap memegang prinsip akumulasi untuk mengatakan bahwa buyer dominan atau seller dominan.

Oke sekarang kalau kita lihat chart bagaimana kita bisa katakan bahwa harga naik atau harga turun? Dengan membandingkan harga sekarang dengan sebelumnya, bisa itu satu detik yang lalu, satu menit yang lalu, satu jam, satu hari, atau bisa sepuluh tahun yang lalu. Dalam kasus analisa chart sebelum kita bisa mengatakan harga naik atau turun kita harus tahu dulu kita melihat harga itu darimana kemana. Kalau darimana dan kemana ini beda maka kesimpulan bahwa harga naik atau turun (atau malah sama) juga bisa berbeda.

Misal pada chart berikut:


Kita lihat harga GBP/USD sekarang adalah 1.6470. Nah kalau kita bandingkan harga sekarang dengan harga dari titik B 1.6455 maka harganya naik, jadi kalau dilihat dari titik B sampai sekarang secara akumulasi minat untuk beli lebih besar daripada minat jual hingga buyer mau saja membeli dengan harga lebih tinggi. Tapi kalau kita bandingkannya harga sekarang dengan titik A 1.6543 maka harganya turun, disini secara akumulasi minat untuk jual lebih besar daripada minat beli hingga seller mau menjual dengan harga lebih murah. Lalu yang benar harga naik atau turun nih? Dua-duanya benar, sudut pandangnya saja berbeda.
Data yang tertera pada chart kita merupakan jejak perjalanan harga. Titik-titik yang pernah dilalui harga terekam dalam bentuk line, candlestick, ataupun bar. Ketiganya adalah rekaman perjalanan harga dalam suatu periode waktu tertentu yang biasa disebut TF atau Time Frame. Line merekam harga terakhir pada suatu periode sementara candlestick (pada analisa KG disebut sebagai datablock) dan bar lebih lengkap lagi, dia merupakan "ringkasan cerita" perjalan harga pada setiap periode. 
Kita lihat gambar berikut:

Tiga gambar diatas adalah jejak perjalanan atau cerita harga yang dikelompokan dalam satuan periode 4 jam-an atau biasa disebut TF H4. Yang paling atas adalah line chart, kemudian yang tengah bar chart dan terakhir candlestick chart, bar dan candlestick ini sebetulnya hampir sama. Nah bandingkan "cerita" yang digambarkan oleh line dan bar atau candlestick. Bar dan candlestick menggambarkan cerita yang lebih lengkap di tiap-tiap periode dibandingkan line yang hanya menampilkan harga terakhir di tiap periode. Untuk selanjutnya saya akan menggunakan candlestick saja karena lebih mudah dibaca, dan candlestick ini juga kita akan sebut sebagai "datablock".
Sekarang kita lihat lebih jauh tentang datablock.

Seperti sudah dikatakan tadi sebuah datablock merupakan ringkasan cerita perjalanan harga dalam suatu periode. Dari situ kita bisa lihat dimana perjalanannya dimulai (harga awal/open) dimana disitu dianggap belum ada transaksi yang terjadi, lalu kita bisa lihat juga perjalanannya sampai harga tertinggi yang dibeli buyer (high) dan harga terendah yang dijual seller (low), dan sampai di akhir perjalanannya di periode itu (harga penutupan/close). Lalu kalau kita perhatikan posisi close terhadap open kita bisa tahu jenis transaksi yang lebih dominan, bila harga close diatas open maka transaksi buy yang lebih dominan dan bila harga close dibawah open maka transaksi sell yang lebih dominan. 
Gambar berikut akan menjelaskan.
open = harga awal/pembukaan
high = harga tertinggi
low = harga terendah
close = harga terakhir/penutupan
arah panah = dominasi, naik berarti dominan buyer dan turun berarti dominan seller
Selain kita tahu harga OHLC dan siapa yang dominan berdasarkan posisi open dan close tadi jarak antar titik-titik harga di masing-masing datablock itu juga menggambarkan sesuatu. Jarak antara high dan low menggambarkan tingkat minat atau agresifitas pelaku pasar, semakin jauh jaraknya semakin tinggi minatnya atau semakin agresif pelaku pasar melakukan transaksinya. Kemudian jarak antara close dan open menggambarkan seberapa kuat dominasinya, semakin jauh jaraknya maka semakin kuat dominasinya. Lalu yang terakhir adalah hidden potensial atau potensi tersembunyi, hidden potensial (HP) ini dilihat berdasarkan posisi close terhadap high dan low. Bila close ini lebih dekat ke high maka HPnya adalah buyer, sementara bila close lebih dekat ke low maka HPnya adalah seller.
Kita lihat gambar lagi biar jelas.

Gambar diatas memperlihatkan tingkat minat pelaku pasar yang ditunjukan oleh lebar range, yaitu jarak antara high dan low
 

Panah pada gambar diatas menunjukan siapa yang dominan pada periode datablock, dilihat berdasarkan dimana posisi close terhadap open. Selain itu jarak antara open dan close sendiri menggambarkan seberapa kuat sebetulnya dominasinya.



Pada gambar diatas kita bisa lihat bagaimana hidden potensialnya berdasarkan posisi close terhadap high atau lownya. Apabila close lebih dekat kepada high maka hidden potensialnya adalah buyer dan apabila close lebih dekat kepada low maka hidden potensialnya adalah seller.
Oke dapat yah sampai sini, sekarang lanjut ke prinsip keempat.
"Dominasi Transaksi Salah Satu Pelaku Pasar Akan Melemah Karena Dua Hal, Pertama
Yaitu: Ketika Salah Satu Pelaku Pasar Tidak Dapat Menerima Harga Di Atas Harga
Tertinggi atau Di Bawah Harga Terendah Yang Terjadi. Kedua Yaitu: Ketika Volume
Transaksi Yang Dilakukan Pelaku Pasar Di Pasar Mata Uang Jumlahnya Sedikit Atau Kecil.
Dan Kecil Atau Sedikitnya Volume Transaksi Yang Terjadi Ini Kemungkinannya Hanya
Disebabkan Oleh Dua Hal Yaitu, Pertama Mungkin Karena Pelaku Pasar Yang Aktif Di Pasar
mata Uang Saat Itu Memang Sedikit Dan Yang Kedua Mungkin Saja Pelaku Pasar Yang Aktif
Saat Itu Banyak Tetapi Mereka Tidak Bertransaksi Karena Menunggu Saat Yang Tepat
Untuk Bertransaksi Di Pasar Mata Uang"

Jadi dominasi melemah karena pelaku pasar tidak mau menerima melebihi harga tertinggi atau terendah, atau karena volume transaksi kecil. Pada bahasan kali ini kita belum bicara masalah volume karena itu berhubungan dengan timing, kita baru bicara datablock secara individu. Karena itu harga tertinggi dan terendah pada suatu datablock kita asumsikan karena pelaku pasar tidak mau lagi menerima harga melebihi harga tertinggi dan terendah. Buyer tidak mau lagi membeli lebih mahal dari high dan seller tidak mau lagi menjual lebih murah dari low.

Kita lihat gambar lagi.

 High terjadi karena buyer tidak mau membeli lebih mahal lagi dan Low terjadi  karena seller tidak mau menjual lebih murah lagi.
Oke yah sampai sini mudah-mudahan jelas sampai prinsip keempat penerapan dasarnya pada chart, sederhana banget kan yah?
 
Lanjut Ke Part 2 Selanjutnya
 
Sumber : LINK

Mekanisme Pergerakan Harga Forex

Assalamu'alaikum para sobat blogger, sudah lama tidak menulis dan mengcopas artikel-artikel yang banyak bermanfaat diluar sana :)
Ada satu artikel yang cukup bagus untuk disimak dalam menggeluti dunia forex, langsung saja kita notedkan disini

Lucu rasanya kalau pekerjaan (atau hobi) kita sehari-hari menghadapi chart dan berusaha mendapat profit dari pergerakan harga tetapi kita tidak pernah mengerti bagaimana sesungguhnya harga itu bisa bergerak. Jadi sekarang kita akan bahas sedikit bagaimana sebetulnya mekanisme pergerakan harga yang terjadi market.

Kita tentu sudah tahu bahwa harga bergerak karena ada transaksi atau ada "deal", dan arah harga bergerak mengikuti akumulasi transaksi terbesar yang terjadi saat ini (prinsip kedua dan ketiga analisa KG yah). Jadi bukan analisa kita, bukan TS, bukan indikator, bukan juga news yang menggerakan harga, tapi transaksi yang dilakukan para pelaku pasar yang tentu saja tidak terikat dengan hal-hal itu.

Kita lihat tabel berikut.


Bid = harga permintaan, harga dimana pelaku pasar bersedia membeli
Offer = harga penawaran, harga dimana pelaku pasar bersedia menjual
Vol = volume dalam juta USD, supaya mudah dibuat sama saja semua 10 juta, kondisi sebenarnya tentu berbeda

Kita lihat pada tabel bid terbaik adalah 1.6469 dengan volume $10 juta sementara offer terbaik adalah 1.6470 dengan volume $10 juta juga. Bid dan offer ini adalah pending order atau open interest yang belum tereksekusi, offer mencerminkan ketersediaan stok barang yang hendak dijual seller sementara bid mencerminkan harga dan jumlah yang hendak dibeli buyer.

Dari selisih harga bid terbaik (tertinggi) 1.6469 dan offer terbaik (termurah) inilah muncul harga dan spread saat ini, yaitu 1.6469/1.6470 dengan spread 1 pip. Jadi spread yang sebenarnya muncul sama sekali bukan akal-akalan broker tapi berdasarkan dimana atau di harga berapa "minat" para pelaku pasar.

Kita sudah tahu bahwa harga bergerak karena ada transaksi atau kesepakatan, dan pending order ini belum merupakan suatu transaksi tetapi masih berupa "minat". Nah untuk terjadi kesepakatan maka harus ada market order yang masuk untuk menyepakati harga 1.6469 atau 1.6470, yaitu sell atau menjual untuk memenuhi minat beli di 1.6469 atau buy atau membeli untuk memenuhi minat jual di 1.6470. Prinsipnya adalah untuk setiap 1 volume buy maka harus ada 1 volume sell untuk bisa terjadi kesepakatan. Dan harga baru berubah ketika tidak ada lagi minat di harga yang tertera sekarang, jadi untuk mengubah harga dari harga sekarang maka volume market order yang masuk harus sama atau lebih dari volume pending order di harga itu.

Misalnya saat ini ada pelaku pasar yang buy sekarang di harga 1.6470 dengan volume hanya $2 juta, maka harga tidak akan berubah karena masih ada sisa $8 juta lagi yang hendak dijual di harga 1.6470. Tetapi apabila volume beli mencapai $10 juta, maka harga offer akan naik ke harga terdekat dimana ada minat jual, dalam kasus contoh diatas adalah 1.6471. Jadi kalau ini terjadi maka kita akan melihat spread melebar hingga harga akan terlihat sebagai 1.6469/1.6471. Lalu bagaimana apabila volume beli ternyata mencapai $20 juta? Maka $10 juta akan dipenuhi di 1.6470 sementara $10 juta lagi terpaksa harus dipenuhi di 1.6471, dan dalam kasus ini harga offer akan naik ke 1.6472 karena tidak ada lagi minat jual dibawah harga itu. Nanti kita akan melihat spread melebar lagi hingga harga akan tertera sebagai 1.6469/1.6472.

Lalu bagaimana kalau misalnya yang masuk adalah market order sell di harga sekarang 1.6469? Hampir sama dengan diatas, apabila volume sell masih kurang dari $10 juta maka harga tidak akan kemana-mana. Apabila volume sell mencapai $10 juta maka harga bid akan turun ke 1.6468 karena tidak ada lagi minat beli di 1.6469. Disini kita akan melihat spread juga melebar hingga akan tertera harga 1.6468/1.6470. Bagaimana kalau minat jual sangat besar, misalnya mencapai $40 juta? Maka $10 juta akan dijual di harga 1.6469, $10 juta berikutnya akan dijual di harga 1.6468, $10 juta berikutnya lagi akan dijual di harga 1.6467, dan $10 juta terakhir akan dijual di harga 1.6466. Dan harga bid akan jatuh sampai 1.6465 karena sudah tidak ada lagi minat beli diatas itu. Disni nanti kita lihat spread akan lebar sekali hingga tertera harga 1.6465/1.6470.

Jadi ketika kita melihat harga terus bergerak naik itu artinya buyer bersedia membeli dengan harga lebih mahal lagi memenuhi minat jual di harga yang lebih tinggi sementara ketika kita melihat harga terus bergerak turun itu artinya seller bersedia menjual dengan harga lebih murah lagi memenuhi minat beli di harga yang lebih rendah. Dan ketika kita melihat spread maka kita tahu itu terjadi karena ada perbedaan di harga berapa minat untuk membeli dan menjual. Dari sini juga kita bisa tahu bahwa tidak ada hitungan baku berapa volume yang dibutuhkan untuk menggerakan harga setiap 1 pipnya, yang penting adalah ada atau tidaknya minat untuk bertransaksi di suatu titik harga, dan minat ini volumenya bervariasi. Contoh volume $10 juta disini hanya agar mudah dipahami saja.

Lalu apa yang terjadi jika misalnya minat yang ada sekarang berubah? Misalnya minat jual atau offer terbaik di 1.6470 sebesar $10 juta tiba-tiba dibatalkan, maka harga offer akan berubah ke dimana ada offer terdekat yaitu 1.6471. Bagaimana kalau minat buy atau bid 1.6469 dibatalkan? Maka harga bid akan turun ke 1.6468. Jelas dan masuk akal yah? Nah ini menjelaskan kenapa menjelang news penting seperti NFP akan dirilis spread bisa melebar sangat jauh kemudian sering terjadi spike atau gap, ini hal yang rasional karena para pelaku pasar juga manusia yang memiliki logika. Mereka tidak mau secara konyol mengambil resiko jadi mereka akan melakukan langkah penyelamatan, menutup atau hedging posisi terbuka, membatalkan pending order, dan lain-lain. Ini menyebabkan minat yang ada berkurang drastis sehingga harga harus bergerak jauh mencari titik dimana ada minat yang menunggu. Oke yah?

Pada praktek sebenarnya bisa sangat bervariasi, dalam setiap detik bisa terjadi banyak sekali order, bisa itu market order buy atau sell, bisa juga pending order buy atau sell, atau bisa juga pembatalan order yang sudah ada hingga harga bisa sangat berfluktuasi dan spread juga bisa melebar atau menyempit dalam waktu yang singkat. Tetapi mekanisme dasarnya tetap sama seperti sudah dijelaskan diatas, dan kita sebetulnya sudah tidak perlu pusing memikirkan itu karena semua sudah dilakukan oleh komputer. Kita tinggal lihat bagaimana pergerakan harganya dan pahami ketika harga naik dari harga sekarang maka itu artinya tidak ada lagi minat jual di harga sekarang dan minat jual berikutnya ada di harga yang lebih tinggi, dan ketika harga turun dari harga sekarang maka itu artinya tidak ada lagi minat beli di harga sekarang dan minat beli berikutnya ada di harga yang lebih rendah.

Mekanisme seperti itu adalah yang real terjadi di market interbank dimana yang bermain disitu adalah institusi-institusi keuangan raksasa dengan modal sangat besar dan transaksinya juga jutaan USD, mereka-mereka ini yang memiliki akses langsung ke market. Lalu bagaimana dengan trader macam saya dengan modal recehan?

Trader-trader retail seperti kita tidak memiliki akses langsung ke market interbank tetapi harus melalui pihak ketiga atau perantara, bisa itu bank atau broker forex. Bank memiliki akses ke market kemudian dari situ mereka bisa menjual atau membeli mata uang kepada atau dari nasabahnya dengan harga mark up untuk mendapat keuntungan. Umumnya nasabah bank bertransaksi untuk memenuhi kebutuhan mereka atau untuk tabungan dan investasi, bukan berbisnis mencari profit seperti para trader. Sementara broker memfasilitasi trader retail seperti kita untuk bisa berbisnis forex dan melakukan transaksi.

Broker mengambil data harga dari market walaupun memang kadang-kadang ada perbedaan harga antar broker, tetapi biasanya tidak jauh. Mekanisme pergerakan harga di broker tetap sama dengan maret interbank karena market interbank inilah yang mempengaruhi pergerakan harga, broker hanya mengikuti harga di market, mereka tidak bisa menggerakan harga kecuali mereka memang memanipulasi harga yang tertera di chart kita, hal ini memang bisa dilakukan dan memang kerap terjadi. Mekanisme dan jalur kita bertransaksi dan juga spread harga di broker berbeda dengan market real, itu tergantung kepada jenis broker dan kebijakan mereka.

Kita lihat sepintas tentang broker, pada dasarnya ada tiga tipe broker yaitu non dealing desk (NDD), dealing desk (DD), dan hybrid. Kita lihat satu persatu.

Broker NDD

Kalau kita bertransaksi melalui broker NDD, maka transaksi kita akan mereka teruskan ke market. Broker tipe ini benar-benar hanya bertindak sebagai perantara. Data harga dan spread yang tertera sangat fluktuatif menyesuaikan kondisi yang terjadi di market. Broker NDD ini juga terbagi lagi jadi tiga jenis yaitu electronic communication network (ECN), straight through processing (STP), dan direct market access (DMA).

Saya tidak akan menjelaskan detail tentang ketiga jenis broker itu disini, nanti saja dibuat tulisan khusus. Cukuplah kita tahu bahwa apabila kita trading melalui broker NDD maka kita akan berhadapan dengan kondisi market yang real dan bertransaksi melawan market yang real juga. Disini resiko kecurangan oleh broker sangat kecil karena order kita akan diteruskan langsung ke market untuk dicarikan "lawannya",  sebagai imbalannya mereka akan menarik komisi yang besarnya bervariasi tergantung kebijakan masing-masing. Dan karena kita berhadapan dengan market langsung maka kadang-kadang kita bisa diuntungkan dengan spread yang sangat tipis tetapi kadang-kadang pula kita malah bertemu dengan spread yang sangat lebar. Dan disini kita juga kadang bisa berhadapan dengan requote atau slippage, tetapi hal ini disebabkan oleh kondisi di market, bukan karena kecurangan broker.

Broker DD

Kalau di broker DD kita sebetulnya trading di lingkungan broker itu sendiri, lawan kita adalah pihak broker dan para klien yang posisinya berlawanan dengan kita. Ini jenis broker yang biasa disebut sebagai bandar.

Disini ketika kita buy maka kita membeli dari broker atau klien lainnya, dan ketika kita sell maka kita menjual kepada broker atau klien lainnya. Broker jenis ini biasanya menerapkan spread yang fix, karena mereka juga mengambil keuntungan dari situ, tapi ada juga yang menerapkan floating spread tetapi biasanya lebih lebar dari spread market sebenarnya karena mereka seperti broker spread fix mereka juga mengambil keuntungan dari spread. Dan ada juga yang malah ditambah lagi komisi (biasanya broker lokal nih).

Karena semua transaksi dilakukan internal maka transaksi yang kita lakukan sama sekali tidak akan berpengaruh terhadap pergerakan harga. Pergerakan harga tetap ditentukan oleh market interbank. Jadi omong kosong apabila ada rekan trader yang mengklaim bisa mengatur harga dengan modal hanya $25 walaupun beliau mengklaim metodenya bersandar pada hukum supply & demand.

Broker seperti ini sebetulnya memiliki resiko lebih besar karena mereka harus menjadi lawan transaksi kliennya, ada resiko mereka kekurangan dana untuk melayani transaksi klien. Biasanya hal ini diatasi dengan backup dari bank sebagai liquidity provider, disini kadang-kadang bisa terjadi pelebaran spread karena mereka harus mengkuti harga dari provider tadi.

Keuntungan  untuk trader biasanya broker menjamin instant execution, alias setiap market order kita mereka jamin tereksekusi cepat. Jadi tidak peduli broker akan untung atau rugi (rugi sebetulnya sudah mereka perhitungkan) mereka harus mengeksekusi atau menjadi lawan setiap market order yang masuk.

Tetapi hati-hati juga karena broker menanggung resiko kerugian cukup tinggi maka trading di broker tipe ini bagi trader juga mengandung resiko kecurangan. Requote dan slippage yang terjadi seringkali bukan diakibatkan oleh kondisi market tetapi karena pihak broker menunggu level harga yang lebih menguntungkan mereka. Juga kadang terjadi manipulasi harga yang berbentuk spike atau pergerakan tiba-tiba yang menghantam stop loss kita, ini yang biasanya disebut stop loss hunter. Resiko lainnya adalah ketika hendak wd ternyata tidak ada cukup dana untuk membayar keuntungan klien, biasanya proses wd jadi dipersulit dengan berbagai alasan.

Apabila kita memilih untuk membuka akun di broker DD dengan dana cukup besar, maka pastikan kita sudah pelajari latar belakang dan reputasi brokernya. Lihat alamatnya dimana, sudah berapa lama berdiri, cek apakah teregulasi oleh badan-badan yang kompeten, dan cari tahu dari pengalaman trader-trader lain yang pernah trading disitu.

Oke deh semoga cukup jelas sekarang dan ketika kita melihat chart kita paham apa yang sebetulnya sedang terjadi di market. 
 
Itu artikel yang bermanfaat, dan semoga banyak membantu kawan-kawan blogger semua.
Terima Kasih
 
Sumbel : LINK

Jumat, 05 September 2014

Telpon dan SMS Sepuasnya GRATISSS!!!

Hello guys...

Sudah lama tidak ngeblog, setelah lama saya beraktivitas online dan offline, banyak sekali yang mau dicoret diblog yang saya miliki ini. Karena kesibukan online dan pekerjaan saya, banyak sekali keperluan saya untuk melakukan panggilan berulang kali, baik itu untuk support, koordinasi, perintah satu arah, diskusi dll, sehingga banyak memakan pulsa saya, akhirnya saya menemukan informasi karena sering hilir mudik dan sering ngobrol2 dapat wangsit deh ketemu paket nelpon dan sms unlimited cuman 10rb /bulan sepuasnya tanpa dibatasi waktu dan tempat (indonesia) begitu bunyi wangsit yang saya terima hehehe....

Oke langsung saja, paket layanan ini resmi dan khusus pengguna TELKOMSEL (simpati dan AS tidak termasuk kartu hallo), banyak keuntungan mengikuti program khusus group ini antara lain :
  1. Nelpon dan SMS Gratis sepuasnya 24Jam nonSTOP selama 30hari
  2. Berlaku 30hari dan 24jam penuh tanpa ketentuan jam
  3. Berlaku nasional selama di Indonesia, antar pulau, antar kota telpon dan SMS sepuasnya
  4. Biaya bulanan hanya 10rb untuk call dan sms unlimited
  5. Mendapatkan notifikasi perpanjangan jika masa aktif paket mau habis biasanya H-3 atau H-1
  6. Untuk tarif telpon dan sms keluar group berlaku tarif normal dan tidak menggangu paket yang anda beli seperti paket TM, paket internet, paket nelpon murah dll
  7. Khusus untuk nomor AS mendapatkan paket TM lebih murah yaitu Rp. 500 untuk telpon 20menit akumulasi (seperti TM namun lebih murah)
  8. Pelanggan tertentu mendapatkan paket data lebih murah dari nomor yang tidak terdaftar pada group kami
  9. Isi pulsa dalam group kami dikenai biaya hanya 10rb dengan isi pulsa 10rb, untuk pengisian pertama setelah terdaftar dalam group
  10. Biaya aktivasi hanya Rp. 35.000 / nomor untuk masuk ke dalam group kami.
Sooo... tunggu apa guys... bisa nelpon dan SMS gratis hanya dengan bergabung bersama kami, yuks segera daftarkan nomor TELKOMSEL anda.

Submit nomor ke system dilakukan setiap hari rabu, jadi jangan ketinggalan utk bergabung bersama kami.
Mari ajak, saudara, ayah, ibu, atau kawan jauh agar terasa dekat dan terasa tanpa jarak karena bisa nelpon dan sms 24jam non stop tanpa mikir pulsa anda habis

Caranya mudah, cukup daftarkan nomor HP TELKOMSEL anda kepada kami, dan kami akan daftarkan ke dalam group kami, dan jika anda hendak membeli perdana yang sudah dapat nelpon dan SMS sepuasnya bisa juga kami kirim perdana via POS dengan harga 30rb /nomor (belum termasuk ongkos kirim)

Untuk mendaftar silahkan hubungi kami via YM atau CALL kami di nomor 081347353906

Ingin ngobrol bersama kami, silahkan tulis komentar, insyaALLAH kami balas jika waktu kami memungkinkan untuk berkomunikasi dengan membalas komentar anda.

Kamis, 13 Februari 2014

Cara Downgrade MT4 Baru 604 ke Versi sebelumnya 509

Salam sobat forex'ers

Di sosial media banyak saya lihat bermasalah dengan updatenya mt4 baru ke versi build 604, banyak EA dan indicator yang tidak bisa jalan pada mt4 versi baru tersebut, maka banyak yang merasa jengkel dan juga resah dibuatnya (hihihi... semacam apa saja dibuat resah) Jangan hawatir saya akan mencoba memberikan tips agar versi mt4 anda kembali ke versi sebelumnya yaitu versi 509 yang di rilis sebelum versi 604 dikeluarkan.

MT4 yang baru ini memiliki beberapa fitur tambahan seperti adanya Marketplace. Ini mirip seperti iTunes dan Android Market (Google Play Store). Di marketplace ini anda bisa menemukan aplikasi yang dapat membantu anda trading di MT4. Atau jika anda seorang developer, anda juga bisa menjual aplikasi anda disini

Lalu bagaimana dengan indikator?
MetaTrader baru ini memiliki struktur yang berbeda dari yang lama. Hal ini menyebabkan indikator anda harus dipindah dulu ke tempat baru agar bisa digunakan. Di MT4 baru, indikator tidak lagi diletakkan di bawah “. . ./experts/indicators” namun berada didalam folder MQL4.

Untuk mengakses folder MQL4 juga tidak melalui Windows Explorer namun ikuti langkah berikut ini,
  1. Buka MetaTrader baru anda
  2. Klik File -> Open Data Folder
  3. Windows kemudian akan membuka jendela baru untuk folder ini. Sebagai contoh, di laptop saya alamatnya adalah C:\Users\HASAN\AppData\Roaming\MetaQuotes\Terminal\xxxxx
  4. Nah, di jendela inilah baru anda membuka folder MQL4 -> Indicators
  5. Letakkan indikator anda disitu lalu restart MT4 anda

Nah, masalahnya adalah, ternyata belum tentu indikator lama akan bisa berjalan di MT4 baru sekalipun sudah dipindah dan di compile ulang. Jika ini yang terjadi maka pilihannya ada dua, yaitu,
  1. Tulis ulang indicator tersebut agar struktur pemrogramannya sesuai dengan MT4 baru
  2. Downgrade ke MT4 lama
Pilihan pertama sepertinya sulit, karena belum tentu si pencipta indikator tersebut mau menuliskan ulang. Atau jika anda punya dana, pasang job saja di situs Metatrader minta dibuatkan indikator seperti itu. Fitur pemasangan job ini juga termasuk salah satu fitur baru. Caranya tinggal menuju tab Code Base di Terminal lalu klik kanan dan pilih Order your own Indicator.

Saya lebih memilih down grade Mt4 saya dari pada saya pusing dengan bahasa mql yang belum saya pahami hehe...

Caranya cukup mudah, tinggal copy paste dan timpakan saja file arsip yang lama..

Lalu bagaimana jika tidak punya arsip lama??

Tenang saya sudah simpankan untuk anda, saya hanya mencopas 2 file saja yaitu file terminal.exe dan metaeditor.exe karena ini yang banyak saya berkutat didalamnya, sedangkan dalam2nya saya gak ubah, karena cara yang manual adalah menimpa semua file yang dengan arsip mt4 509 yang lama.. hehe.. simplenya saya copas 2 file berikut saja, silahkan download di SINI (jangan lupa hilangkan centangnya sebelum download)

Lalu bagaimana agar tidak terupdate, tinggal pilih No saat meminta update saat buka mt4 pertama kali lauching program atau rubah file webterminal pada metaquotes di drive C
search aja folder ini, dan rubah nama folder tersebut beresss...

Rubah 2 folder yang ada didalam User dan Program Files

Selesai

Sekian tutorial sederhana yang saya buat utk downgrade Mt4 anda, silahkan dicoba dan silahkan kritik dan saran pertanyaan jika masih belum jelas.
File ini saya dapatkan dari file pribadi saya, karena saya memiliki dual booting windows, maka di windows satunya tidak terupdate, dan insyaALLAH bebas dari virus tersembunyi, apalagi virus yang terlihat hehe..
Tutorial ini juga sudah saya coba dan aplikasikan dan berhasil, indicator yang tidak bisa dijalankan di versi lama skrg sudah bisa jalan normal seperti biasanya, hanya perlu copas 2 file tersebut, jika masih belum bisa jalan, mungkin butuh di compile ulang EA / indicatornya
Silahkan koment jika ada pertanyaan

Salam

Senin, 10 Februari 2014

Top Fundamental / News Forex

Salam sobat blogger's
Akhir-akhir ini saya ada sedikit waktu luar untuk trading dengan memperhatikan news / fundamental yang ada di negara-negara terkait utk pergerakan mata uang, maka saya mengingat dulu waktu saya ikuti workshop saya pernah dibagikan 10 Besar News Fundamental, setelah saya cari-cari akhirnya ketemu juga file pdfnya, dan biar tidak repot-repot saya mencari lagi nanti dikala saya lupa maka saya tuliskan disini saja sekalian berbagi dengan sobat blogger's setia pengunjung blog ini.
Berikut 10 besar peringkat news fundamental yang mempengaruhi pergerakan trading forex

Non Farm Payrolls :


Data perubahan upah disektor Non-Pertanian (Sector industri lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik). Breaking news yang sangat ditungu-tungu para broker diseluruh dunia. Efek berita pada umumnya bergerak dikisaran 100 pips sampai 250 pips

Trade Balance :

Neraca perdaganga, merupakan selisih bersih dari nilai Eksport dan Import Barang. Efek berita pada umumnya berada dikisaran 60 pips sampai 150 pips.

Interest Rate (FOMC Meeting) :
 Menetapkan kebijakan tingkat suku bunga dan kredit (8 Kali pertemuan dalam setahun). Efek berita jika statement ini dikeluarkan biasanya berkisar 80 pips sampai 100 pips.

Durable Goods Order :
Memberikan laporan / informasi mengenai kuatnya demand atas US manufactured durable goods, baik dari sumber-sumber domestik dan luar negeri. Efek berita jika direalise berkisar 50 pips sampai 80 pips

Producer Price Index :
Mengukur perubahan harga atas bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses industri amanufactur atau mengukur perubahan pada tingkat barang-barang setengah jadi dan barang jadi yang dihasilkan oleh imanufactur. Efek berita berkisar 50 pips sampai 80 pips saja

Producer Price Index (Food dan Energy) :
Efek berita sama dengan PPI index yaitu 50 pips sampai 80 pips saja

Consumer Price Index :
Sebuah indeks yang mengukur perubahan harga sekumpulan goods and services seperti contohnya pangan, energi, pangan, papan, sandang, transportasi, medical care, hiburan, dan edukasi. Juga dikenal sebagai indeks cost-of-living. Efek berita untuk statement ini adalah 50 sampai 80 pips.

Consumer Price Index (Food dan Energy) :
Efek berita berkisar 50 pips sampai 80 pips

Trichet, Bernaken, Fukui Speaks :
Efek beritanya harus diwaspadai karena sangat berpengaruh dengan pergerakan mata uang berkisar 30 pips sampai 100 pips.

Unemployment Rate :
Data tingkat pengangguran yang berhubungan dengan inflasi. Efek berita berkisar 40 pips sampai 70 pips.

Demikian data-data fundamental / news forex yang top ten / 10 top berita yang berhasil kami sadur dari catatan kami, silahkan jika kawan-kawan punya data berita tambahan yang perlu dilihat atau diperhatikan oleh trader.

Semoga bermanfaat
Salam Sukses Mulia

Minggu, 09 Februari 2014

#traderpeduli ada di Blogger

Assalamu'alaikum
Malam sobat blogger, malam ini tidak bisa tertidur mata tidak mau terpejam, akhirnya aku sempatin nulis diblog aja deh, bingung mau nulis apa karena banyak sekali hutang tulisan yang harusnya aku tulis, membuat aku bingung, jadi nulis tentang yang lagi HOT aja deh hehe..

hmmm...
ya #traderpeduli atau #TraderPeduli sedang "HOT" dibicarakan di Twitter dan di Facebook, tentunya HOTnya hanya diakun twitt dan fb saya ya hihihi... karena saya yang buat HOT dan terus cuap-cuap tentang #traderpeduli.
Saya lebih senang menulisnya di twitter karena bisa menjadi cerita yang terus bersambung, asal ada ide, saya tulis di twitt dengan hastag (#) TraderPeduli jadi tinggal search #TraderPeduli mestinya sich dapat tuh tulisan-tulisan saya yang memenuhi twitter.
Namun sayang saya search di google dengan hastag TraderPeduli masih belum muncul, hanya muncul dari G+ saya saja, syukurLah masih ada muncul, nah mudah-mudahan dengan saya nulis blog ini bisa muncul juga sebagai referensi apa sich #traderpeduli itu?

kira-kira begini singkatnya dari twitt yang saya bagikan :
Mau buat kumpulan semoga berkah ya... yang dengan sesama, dan mau saling membantu tanpa saling merugikan
nya sederhana, transaksi seperti biasa dengn analisanya msg2, yg biasanya masuk ke org / kita pindahkan saja
yg dipakai adlh broker dgn spread 3point, 1,5point cashback, dan 0,4point masuk nah, yg di ib ini dimanfaatkan utk
Kita sepakati menggunakan yg bisa depo & wd, dan akun yg dipakai, jadi trader besar & kecil boleh ikut di ini
Kami tetap menginginkan profit yg didapat oleh para jadi yg masih belajar sebaiknya kurangi intensitas nya atau jgn ikut :)
Trus gimana kalau masih mau ikutan ? Boleh kayanya hitung2 sambil Kita buat group di  
Di kita bisa silaturahmi dan saling support, kita buat tetap hangat dengan chat no ya
Gak kan nyisihkan sedikit utk toh profit kita sendiri dah lebih dari 0,4point :) Saya rasa g kok ya?
nya boleh kok diambil full dibagikan tiap jika tdk mau menyisihkan, tapi mantap tuh klo dikumpulin utk
. Gak banyak pertanyaan, mgkn lgsg action lebih baik :)
. Itu cuman memindahkan rebate yg biasanya trader relakan ke org lain / kita pindahkan utk kepedulian bersama
Bayangkan saja jika . Diukuti 1000 dan 1hari itu 1lot saja, maka 1x0.4x1000 = 400$ wow... 20hari jadi 8000$
8000$ itu bisa kita gunakan utk membantu yg lagi kesusahan, supaya kita terbentuk, Ø¥ِÙ†ْ Ø´َاءَ اللَّÙ‡ُ . Berkah...
tidak menutup kemungkinan nanti ada dimana saja, jika sudah luas dan saling support tentunya

Nah begitulah kira-kira usulan konsep yang saya sampaikan untuk traderpeduli ini, konsep itu saya mikir sendiri sich, saya sempat menawarkan kawan-kawan semua boleh usul konsep, banyak juga yang usul dan kasi konsep yang lebih baik, tentunya nanti berangsur-angsur akan menjadi lebih baik dan lebih terkonsep dan yang paling penting actionnya menurut saya.

Usulan-usulan yang masuk melalui inbox dan sharing di chat dan komentar antara lain :
Bang jangan akun cent donk, saya biasa main real (Oke bisa juga kok di real, yang penting laporan UID / User Idnya ya setelah daftar agar rebate yang masuk bisa saya laporkan untuk #traderpeduli)~
Bang jangan cuman satu broker donk, saya biasa main di broker A (oke sip, bisa kok di broker mana aja, tapi saran saya kita pakai broker ini aja dulu ya, kita satukan tekad dulu, kita satukan action dulu, kita satukan bahasa dulu, nantinya jika lebih luar kita bisa banyak broker gak masalah, kalau ini banyak yang ikut, gak nutup kemungkinan kok brokernya banyak pilihan, tinggal kita atur keuangan dan laporannya aja agar berkah dan transparan insyaALLAH)~
Bang boleh saya ikutan tapi saya tolong diajarin ya, dan kasi sinyal open posisinya (hehehe... itukan ane dah bilang, kita ada group chat, tapi di group chat lebih kepada diskusi, sinyal disana tidak bersifat mengikat, hanya analisa-analisa kawan-kawan atau saya yang saling mengisi dan saling belajar bersama untuk lebih baik, silahkan gabung ya)~

dan lain sebagainya


Nah itu tadi sedikit sekelumit tentang #tradepeduli atau #TradePeduli semoga bisa menjadi inspirasi dan semoga semakin banyak yang berpartisipasi
silahkan gabung group #palringo, softwarenya bisa di download di www.palringo.com bisa utk PC, Android, atau BB, lebih enak pakai PC atau android

InsyaALLAH group #palringo akan diupdate agar tidak ada iklan dan ada boot rule dan analisa harian
Mohon supportnya ya..
InsyaALLAH tidak hanya diisi oleh saya karena, saya memiliki kesibukan diluar trading juga, banyak waktu saya habiskan untuk pekerjaan lainnya.
Silahkan isi kolom komentar jika ada pertanyaan atau langsung kita chat di #palringo / ym

Semoga bermanfaat
Salam sukses dan Salam Hangat dari saya
Hasan

Rabu, 15 Januari 2014

Siklus Hidup Trader

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sobat trader hari ini saya akan menuangkan tulisan dari sebuah majalah trader yang saya pernah baca, sebagai kira-kira seperti apa sich siklus hidup trader pada umumnya dan berada dimanakan saya saat ini?
Semoga tulisan ini bermanfaat
Silahkan disimak

Saat masih sekolah, dalam pelajaran IPA atau Biologi kita pernah mendapatkan pelajaran tentang siklus hidup binatang. Biasanya yang dijadikan contoh adalah siklus hidup kupu yang berasal dari ulat dan kepompong. Siklus hidup binatang ini menunjukkan tahap pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Bagi Anda yang mempela- jari marketing tentunya mengenal siklus hidup, yaitu siklus hidup produk atau product life cycle. Seperti halnya makhluk hidup, produk juga memiliki siklus hidup. Dengan mempelajari siklus hidup produk ini kita akan mengetahui sejauh mana pe r ke mbangan produk kita dan strategi apa yang tepat.
Sebagai seorang trader, kita juga memiliki siklus hidup. Siklus hidup trader ini seringkali tidak disadari oleh trader itu sendiri padahal ini merupkan konsep yang penting. Sama dengan siklus hidup produk, dengan mengetahui siklus hidup trader maka kita akan mengetahui sejauh mana perkembangan kita sebagai seorang trader dan langkap apa yang harus kita lakukan.
Siklus hidup trader dipengaruhi oleh hubungan antara otak, emosi dan perkembangan skill trader kita. Studi dari pola perilaku manusia telah membuktikan bahwa perasaan dan emosi kita mempengaruhi bagian dari otak yang membuat kita menghasilkan pola respon berulang-ulang. Pola ini tidak permanen namun dapat kita ubah untuk menghasilkan keuntungan bagi kita. Dengan mempelajari siklus hidup trader akan memudahkan kita untuk mengerti pola respon dan emosi kita sehingga kita dapat menjadi trader yang sukses.

SIKLUS HIDUP TRADER
Siklus hidup trader ini dapat dibagi menjadi empat bagian.

1. Attraction & Romance
Dalam bahasa Indonesia attraction adalah daya tarik dan romance dapat diartikan impian. Awal mula kita menjadi trader pada umumnya karena kita mendengar cerita dari teman atau orang lain yang sukses dalam trading, menghasilkan sekian banyak uang dengan cepat dan tanpa kerja keras. Ini didukung oleh iklan-iklan diperbagai media bagaimana mendapat uang dari trading dengan cepat dan mudah. Ini semua membuat kita penasaran dan penasaran ini akhirnya menjadi harapan.
Pada tahap ini perjalanan sebagai seorang trader dimulai. Trader biasanya memiliki sedikit pengetahuan tentang pasar namun tertarik karena adanya peluang mendapatkan penghasilan yang banyak. Ada kegembiraan dalam memulai trading dan trader pemula ini terkadang merasa bahwa trading adalah karir atau panggilan hidupnya.
Beberapa pemula pada tahap ini akan membuka account dan melakukan buy dan sell berdasarkan berbagai ide untuk melihat bagaimana cara pasar bekerja. Beberapa trader pemula lainnya akan trading di demo account terlebih dahulu. Terkadang ini adalah tahap perjudian, namun tahapan ini perlu sebagai langkah untuk riset selanjutnya.
Trader pemula ini akan merasa bahwa trading tidak semudah yang dibayangkan dan yang mereka lakukan adalah mencari strategi atau sistem trading yang sempurna yang dapat membuat mereka cepat kaya. Trader pemula ini penuh harapan dan tidak dapat menunggu terlalu lama untuk mulai trading agar dapat menghasilkan uang.
Secara emosional, dalam tahapan ini trader penuh dengan kegirangan. Trader berusaha untuk mencapai impiannya. Impian untuk cepat kaya dari trading membuat trader tersebut terus termotivasi. Kegirangan dan motivasi ini bagus, namun seharusnya berdasarkan harapan yang realistis.
Menjadi seorang trader seperti gambaran iklan produk diet yang menjanjikan turun 5 kg dalam 2 minggu. Trader akhirnya mendapati bahwa informasi yang dia dapat selama ini salah. Tidak ada holy grail atau sistem yang sempurna serta trading bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya.
Jaman sekarang adalah jaman instan. Kita secara tidak langsung dipengaruhi oleh pemikiran saat kita menginginkan sesuatu maka itu harus ada sekarang. Trading sama saja, tidak berbeda. Pada tahapan ini trader hanya fokus pada hasil, yaitu ingin mendapatkan uang dan menjadi kaya. Trader kurang memperhatikan proses, padahal proses inilah yang akan sangat mempengaruhi hasil trading. Jika ini tidak dikoreksi, maka akan dapat menyebabkan kerugian finansial dan emosional yang cukup besar.

2. Power Struggle
Tahap ini adalah tahap dimana trader telah memiliki pengalaman trading, baik sukses ataupun kegagalan. Kebanyakan trader tersebut berada dalam kondisi breakeven atau malah rugi. Trader tidak mendapatkan penghasilan sebanyak yang diimpikan saat memulai trading.
Pada tahap ini trader ini dipengaruhi oleh keserakahan, ketakutan, dan harapan. Secara emosional ada dua reaksi yang akan dilakukan trader, yaitu “melawan” dan “lari”.
Reaksi melawan terjadi ketika trader merasa terluka karena loss yang dia alami dan akhirnya ego yang mengambil alih. Keinginan untuk benar menjadi semakin menguat sehingga akhirnya trader trading dengan penuh emosi dan sering overtradi ng. Trader seperti i ni kelihatannya hanya berusaha sekeras mungkin untuk menghasilkan uang. Namun sebenarnya di dalam hatinya dia melakukan trading karena karena kebutuhan emosinalnya, yaitu kebutuhan untuk benar, kebutuhan untuk membuktikan kemampuannya.
Reaksi lari terjadi ketika trader mulai gelisah dan bimbang dalam trading sehingga membuat panik dan akhirnya tidak melakukan apa-apa. Trader seperti ini kelihatannya hanya sedang tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini. Namun sebenarnya trader tersebut mengalami perasaan gagal, tidak mampu, tidak bisa. Dia mengalami trauma dari perasaan-perasaan yang dialaminya saat trading sebelumnya.
Dalam tahap power struggle ini emosi benar-benar dipermainkan seperti roller coaster. Ini dikarenakan trader terkadang mengalami hari-hari yang bagus namun terkadang mendapati hari-hari yang buruk dalam trading. Saat trader memperoleh hari yang baik dan mendapatkan profit, kepercayaan diri meningkat dan dia merasa bisa. Ini terkadang membuat dia berani merisikokan modalnya lebih tinggi lagi. Namun saat mengalami hari yang buruk dalam trading, semua kepercayaan diri dan kemampuan terasa hilang.
Perasaan ini terjadi berulang-ulang dan menciptakan ketidakseimbangan emosi. Trader tidak sedang berjuang melawan pasar namun berjuang melawan dirinya sendiri. Trader tidak mampu untuk mengontrol emosinya.
Jika trader tidak mampu mengatasi emosi ini maka dia akan sampai pada kondisi climax dimana dia memutuskan berhenti trading karena modalnya habis atau karena tidak tahan lagi dengan perasaan-perasaan yang dialami tersebut. Sayangnya, ini yang terjadi pada kebanyakan trader.
Di sisi lain, ada sebagian trader yang akhirnya menyadari bahwa jika mereka tetap melakukan hal yang sama dalam trading mereka, hasil yang didapatkan akan selalu sama. Mereka harus membuat perubahan dalam trading mereka.

3. Change
Jika trader sampai pada tahap ini, maka trader tersebut memiliki kebutuhan untuk berubah. Sebelum perubahan terjadi, trader perlu menyadari dan menerima bahwa dia harus mengesampingkan ego dan hasil yang instan.
Jika trader sudah siap untuk berubah, maka kerja keras baru dimulai. Perubahan itu tidak mudah namun mungkin dilakukan. Agar perubahan dapat terjadi, maka kebiasaan lama harus diganti dengan kebiasaan baru. Ini membutuhkan disiplin dan ketekunan.
Perubahan yang utama di sini adalah bagaimana mengontrol emosi. Trader tidak akan langsung mengambil posisi dan gembira ketika mendapatkan signal trading. Akan tetapi dia tetap tenang dan menjauhkan emosi dari pengambilan keputusan serta mengikuti trading plan yang dia buat.
Oleh karenanya penting sekali sebelum memulai trading kita melihat bagaimana kondisi fisik dan mental kita. Jika tidak fit, baik secara fisik maupun mental, maka tidak perlu trading untuk saat itu. Trading berbeda-beda dengan pekerjaan-pekerjaan lain dimana meskipun kondisi tidak fit kita tetap dapat mengerjakan pekerjaan tersebut. Trading membutuhkan energi dan konsentrasi penuh.
Setelah memperhatikan kondisi emosi, trader juga harus memperhitungkan faktor R yaitu risk tolerance. Trading tidak bisa 100% berhasil. Ada saat dimana kita loss. Oleh karenanya perlu kita perhatikan berapa besarnya loss yang bisa kita terima dan hadapi sehingga tidak akan mempengaruhi emosi kita.
Ketika risiko sudah ditentukan, trader telah siap untuk trading. Saat trading ini kita harus sabar menunggu signal dari strategi trading kita. Saat signal tersebut muncul, maka kita bertindak dengan percaya diri dan sesuai dengan trading plan yang telah dibuat. Setelah mengambil posisi, maka yang dilakukan adalah memonitor pasar dan posisi trading tersebut sampai muncul signal untuk exit atau mengambil profit. Setelah itu trader juga melakukan analisa atas transaksi trading yang telah dia buat.
Agar perubahan ini benar-benar terjadi, trader harus melakukan langkah-langkah ini berulang-ulang hingga akhirnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membuat kita mampu mengontrol emosi. Selain dengan melakukan ini semua, trader akan terfokus pada proses dan bukan hanya hasil saja.

4. Commitment
Perjalanan sebagai trader tidak lengkap tanpa adanya komitmen. Komitmen adalah tindakan yang mengikat diri kita sendiri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.
Saat trader memiliki komitmen untuk trading, maka dia akan bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. Trader tidak akan menyalahkan kondisi pasar, ekonomi, politik, atau lainnya atas kesalahan yang dia lakukan sendiri. Dia berkomitmen untuk menjadi trader yang lebih baik. Dia juga akan terbuka pada hal-hal baru dan bersedia untuk terus belajar.

Penutup
Saat Anda membaca sampai bagian ini, tentunya Anda sudah dapat membayangkan trader seperti bagaimanakah Anda. Apakah Anda termasuk trader pemula yang memiliki bayangan dunia trading adalah dunia yang “indah”. Ataukah Anda saat ini sedang berjuang menghadapi masa-masa sulit dalam trading.
Jika Anda masih berada dalam dua tahap ini, segeralah membuat perubahan dalam trading! Jika Anda sudah berada dalam tahap ketiga atau keempat, teruskan dan pertahankan. Trading menuntut kedewasaan pikiran dan trading menuntut kontrol emosi. Jika Anda dapat melakukan kedua hal ini, Anda sudah berada di jalur yang tepat untuk meraih sukses dalam trading.